kopi luwak doi chaang

Kisah Kopi Dari Utara Thailand: Kopi Luwak Liar Doi Chaang

Benar memang kalau kopi luwak berasal dari Indonesia. Ternyata selain Indonesia, ada juga negara lain yang memproduksi kopi luwak. Namanya kopi luwak Doi chaang. Doi Chaang adalah nama sebuah desa di bagian utara Thailand. Suku asli disana, suku Akha merupakan kelompok yang telah menjadikan kopi sebagai bagian kehidupan sehari-hari mereka.

kopi luwak doi chaang

Dibandingkan dengan Indonesia, kopi memang bukanlah komoditas dagang yang penting di Thailand. Perkebunan kopi di Doi Chaang sendiri baru dimulai tahun 1980-an. Sebelum itu daerah ini terkenal dengan produksi opiumnya. Pada tahun 1983, Raja thailand memerintahkan penanaman kopi di daerah ini untuk membendung tingkat perdagangan opium. Pada awalnya, mereka kesulitan memasarkan produk mereka. Sebagai petani yang menjalankan usahanya secara individual, Mereka sangat bergantung dari para tengkulak kopi yang membayar dengan harga yang tidak sebanding dengan kualitas kopinya. Wicha Promyang, seorang petani kopi pembentukan semacam koperasi bagi petani kopi di Doi Chaang.

Kopi Doi Chaang tumbuh di daerah berketinggian 1300 meter di atas permukaan laut. Tanah yang subur dengan sinar matahari yang cukup menjadikan kopi dihasilkan dari sini memiliki cita rasa yang tinggi. Kopi Doi Chang telah mendapat pengakuan dari industri kopi sebagai salah satu kopi terbaik. Salah satu jenis kopi yang dikembangkan disana adalah kopi luwak doi chaang. Kopi ini diklaim masih berasal dari kotoran luwak yang hidup secara liar. Luwak-luwak ini hidup sekitar perkebunan kopi. Kopi luwak mendapat pengakuan sejak tahun 1990-an. Kopi luwak yang dihasilkan dari luwak-luwak ini bahkan lebih halus dari kopi doi Chaang biasa.

Dengan berkembangnya perdagangan kopi mereka, saat ini kehidupan di desa Doi Chaang menjadi lebih baik. Tempat itu kini telah memiliki sumber air, sistem pembuangan limbah, listrik, klinik, dan jalan-jalan yang bagus. Orang-orang yang tadinya merantau ke luar doi Chaang kembali ke kampung halaman mereka untuk mencoba peruntungan dengan kopi. Saat ini, selain menjadi kopi sebagai usaha utama mereka, koperasi petani Doi chaang juga telah mengembangkan usaha lainnya, seperti madu, sabun, dan teh.