Kopi Espresso, biangnya kopi!
Kopi espresso atau sering di tulis sebagai kopi expresso adalah jenis minuman kopi yang paling terkenal di dunia. Kopi ini boleh jadi adalah biangnya kopi karena dari kopi inilah tercipta varian kopi-kopi lezat seperti Cappuccino dan Macchiato. Kopi espresso berasal dari Italia dan teknik pembuatannya di temukan pada awal tahun 1900an.
Ketenaran kopi ini dan iklan pemasaran kopi ini yang sangat gencar terkadang membuat orang jadi salah mengerti dan mengira kopi espresso adalan jenis biji kopi. Beberapa kesalahan persepsi yang sering terjadi mengenai kopi ini antara lain:

Kopi espresso adalah jenis biji kopi. Anggapan ini jelas salah karena kopi espresso adalah jenis minuman kopi. Kesalahan persepsi ini menunjukkan betapa terkenalnya kopi espresso di mata masyarakat dunia. Pada dasarnya kopi espresso bisa di buat dari jenis biji kopi apapun termasuk biji kopi Luwak Indonesia.
Kopi espresso harus di buat dengan campuran beberapa biji kopi. Hal ini tidak harus di lakukan karena sebenarnya pencampuran beberapa biji kopi atau dikenal dengan coffee blend hanyalah strategi dari masing-masing barista untuk menciptakan rasa kopi espresso yang unik sebagai senjata utama mereka.
Biji kopi yang di buat menjadi kopi espresso harus di panggang hingga berwarna kehitaman dan sedikit berminyak. Hal ini juga salah karena selera orang berbeda-beda. Di Kalifornia mungkin anggapan itu akan di anggap benar akan tetapi jika anda berkunjung ke Italia anda justru akan mendapatkan kopi espresso yang di buat dari biji kopi yang di panggang dengan tingkat kematangan medium. Di bagian lain Amerika bahkan kopi espresso di buat dari biji kopi yang di panggang dengan tingkat kematangan light. Pada dasarnya tingkat kematangan biji kopi ketika di panggang akan sangat mempengaruhi rasa kopi nanti sehingga untuk mendapatkan rasa favorit ada anda bebas bereksperimen dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda.
Semua anggapan di atas jelas salah karena sebenarnya kopi espresso mendapatkan namanya dari cara pembuatannya yang unik. Jika kita melihat dari bentuknya memang kopi espresso akan terlihat sama dengan kopi hitam biasa dari mesin drip atau French Press akan tetapi anda akan melihat busa tipis berwarna kuning kecoklatan di atas permukaan kopi espresso yang tidak akan ada di kopi hitam lainnya.
Kopi espresso di buat dengan menggunakan mesin khusus yang mampu menciptakan tekanan minimal 9 bar hingga 15 bar. Tekanan ini berfungsi untuk mengangkat air naik ke atas menuju tempat bubuk kopi yang di letakkan di atas filter. Bubuk kopi yang di gunakan untuk mesin ini harus sangat halus (extra fine) karena waktu pencampuran air panas dan bubuk kopi terbilang singkat. Jika kurang halus maka hasil kopi espresso tidak akan sempurna.
Beberapa faktor lain yang mempengaruhi rasa kopi espresso adalah suhu air, tekanan air dalam mesin, kondisi filter dan masih banyak lagi. Jika anda ingin merasakan kopi espresso dengan rasa yang mantap cobalah membuatnya dengan kopi Luwak asli. Anda bisa meminum kopi Luwak espresso tanpa gula karena rasanya tidak begitu pahit dan ada sedikit rasa manis di lidah.