Minum kopi sekarang sudah jadi tren di kalangan anak muda
Siapa bilang minum kopi hanya untuk orang dewasa? Menurut penelitian terakhir dari beberapa lembaga riset pasar dunia saat ini tren minum kopi sudah merambah ke dunia remaja. Kalau jaman dahulu minum kopi di anggap sebagai kegiatan yang hanya di lakukan oleh orang-orang dewasa saat ini hal itu sudah tidak berlaku lagi.
Mulai berkembangnya tren minum kopi di kalangan remaja di sebabkan oleh menjamurnya kafe-kafe kopi yang menyediakan kopi dengan menu dan rasa yang variatif serta suasana yang nyaman untuk bersantai. Saat ini para remaja sudah tidak segan lagi untuk duduk dan mengobrol di kafe-kafe kopi sambil menyeruput segelas atau secangkir kopi hangat ataupun dingin.

Starbuck boleh di bilang merupakan pelopor bagi perkembangan tren minum kopi di kalangan remaja. Menu dan rasa kopi yang variatif juga merupakan faktor pendukung penting yang mengangkat kopi menjadi sebuah gaya hidup. Kalau dulu minum kopi di anggap sebagai selingan dalam kegiatan sehari-hari saat ini minum kopi sudah menjadi sebuah kebanggaan dan gaya hidup. Variasi rasa dengan penambahan float ice cream yang saat ini bahkan sudah mulai di terapkan untuk kopi Luwak dan kreatifitas seperti itulah yang membuat kopi sejajar dengan minuman seperti jus dan soft drink.
Kopi seperti kopi Luwak Indonesia yang tergolong kopi premium buat para pecinta kopi sepertinya belum menjadi tren di kalangan remaja. Memang untuk kalangan remaja aroma serta citarasa asli kopi belum menjadi hal yang penting karena biasanya para remaja lebih memilih kopi dengan ice float ataupun kopi dengan rasa yang manis dan berbeda dengan citarasa kopi asli.
Walaupun tren kopi di kalangan remaja di anggap sebagai sebuah hal yang positif akan tetapi perlu di waspadai bahwa remaja harus mampu menghindari meminum kopi secara rutin apalagi sampai secangkir setiap harinya yang menunjukkan kecanduan terhadap kopi. Kandungan kafein walaupun banyak manfaatnya untuk orang dewasa terutama untuk anti oksidan ternyata membawa pengaruh buruk untuk pertumbuhan remaja. Para ahli menyarankan agar konsumsi kopi pada remaja di batasi karena bisa menyebabkan gangguan pola tidur, sakit kepala, sakit perut, gangguan konsentrasi, meningkatnya denyut jantung dan lain sebagainya.
Jadi buat kamu yang beranggapan bahwa minum kopi adalah kegiatan orang dewasa maka kamu perlu sesekali mencoba mengunjungi kafe kopi dan menikmati kopi bersama teman-temanmu. Di jamin kamu akan menemukan sensasi lain di bandingkan sekedar minum soft drink bersama teman-temanmu. Citarasa kopi di sebuah kafe bisa jadi berbeda jauh dengan kafe lainnya dan itulah yang membuat para remaja tidak pernah bosan memilih kopi sebagai pilihan minuman ketika bersantai bersama temen-temennya.
Said:
I tried Kopi Lawak in Bali, where it sells for about five dollars a cup. It teatsd like coffee. With hints of caramel smokiness. It made me wonder what the real thing would be like.Kopi Lawak was originally scrounged from the dung of wild civets, which were believed to eat only the best cherries. Wild civets eat a lot of different stuff, so the yield was only a few coffee beans per scat. You can imagine the labour required to collect a kilo of beans like that. Hence the exorbitant but justifiable cost of the original product especially since the beans recovered were ruputed to yield a unique and superior brew.Rich folks paying exorbitant prices for anything are always fair game, so it was only natural that suppliers would seek to minimise costs and maximise profits.The upshot is that there are now, all over SE Asia, hundreds of thousands of civets imprisoned in conditions akin to battery hen farms, being fed nothing but coffee cherries. The cheaper the cherry the better. So much for the civets being able to select nothing but the best.I dunno about you, but if I paid $65 for cup of coffee I’d swear it was the best I’d ever had and worth every penny too!Shame about the civets