Hentikan Penangkapan Luwak Untuk Ditangkarkan

Populasi Luwak Semakin Menurun Karena Maraknya Penangkaran Luwak

Kopi Luwak dikenal sebagai kopi termahal didunia. Di Eropa dan USA, per cangkir nya bisa mencapai $50. Ini adalah hal yang sangat luar biasa untuk secangkir kopi. Karena harga nya yang mahal tersebut, kini di Indonesia semakin banyak orang yang memburu luwak di hutan untuk di tangkarkan, dan kemudian di paksa untuk menghasilkan biji kopi luwak setiap hari.

Kebutuhan kopi luwak yang tinggi dan tingkat produksi yang minim, membuat banyak para penjual kopi luwak melakukan penangkapan luwak liar di hutan, yang kemudian di tangkarkan. Setiap hari mereka diberi makan buah kopi, baik itu yang sudah matang ataupun yang masih mentah. Mereka di paksa makan buah kopi sebagai makanan pokok mereka setiap hari, yang sebenarnya kopi bagi luwak hanyalah sebagai pencuci mulut saja, seperti halnya jeruk pada manusia. Hal ini banyak luwak menjadi strees, sakit, dan kemudian mati.

Menurut informasi yang kami dapatkan, rata-rata di setiap penangkaran ada 1-2 ekor luwak yang mati karena sakit. Mereka dikurung dalam kandang dengan kondisi yang menyedihkan. Kandang sempit dan kotor, membuat binatang luwak sering berputar-putar di dalam kandang karena stress tinggi. Mereka diberi makan buah kopi pada sore hari dan kemudian di kotoran nya dikumpulkan pada pagi hari.

Rata-rata setiap penangkaran luwak memiliki 30-70 ekor. Dan setiap penangkaran biasanya dapat menghasilkan kopi luwak sekitar 300-500kg setiap bulan nya. Hal ini berbanding jauh dengan kopi luwak liar alami yang diambil dari hutan. Biasanya setiap desa hanya bisa menghasilkan 10-30kg setiap bulan nya.

Kondisi seperti ini lama kelamaan akan menurunkan citra dan kualitas dari kopi luwak itu sendiri. Solusinya adalah pemerintah harus segera mengeluarkan perintah untuk melarang penangkaran luwak, atau cara yang lain nya adalah Anda sebagai customer kopi luwak mulai menghentikan pembelian luwak yang berasal dari kopi luwak tangkar. Hal ini akan sangat membantu untuk kembali melestarikan kopi luwak liar, dan akan tetap menjaga kualitas kopi luwak itu sendiri.