Kopi Luwak Enzimatik

Menghasilkan Kopi Luwak Tanpa Hewan Luwak?

Saat ini Kementrian Pertanian Indonesia sedang mengembangkan sebuah terobosan baru didunia kopi, yaitu KOPI LUWAK ENZIMATIK. Kopi ini katanya akan menghasilkan kualitas kopi setara dengan kopi luwak namun tanpa hewan luwak. Para peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar sengaja melakukan penelitian ini karena permintaan yang tinggi terhadap KOPI LUWAK.

kopi luwak enzimatik

Seperti yang kita ketahui, kopi luwak yang berkualitas hanya bisa di produksi oleh luwak yang hidup dihutan, dimana mereka bebas memakan buah kopi sesuai dengan keinginan mereka tanpa paksaan dari manusia. Kopi luwak jenis ini biasa juga disebut dengan KOPI LUWAK LIAR. Namun kondisi saat ini mengatakan lain, ketika permintaan begitu tinggi terhadap kopi luwak, banyak para penjual kopi luwak yang kemudian mulai memburu luwak untuk di tangkarkan. Binatang luwak yang ditangkarkan ini kemudian diberi makan buah kopi setiap hari, sehingga kebanyakan membuat luwak menjadi stress dan kemudian mati.

Saat ini kopi luwak liar memang cukup sulit didapat. Jika kita mencari di hutan dalam satu desa saja, sehari paling banyak bisa mengumpulkan 5-10kg kotoran luwak yang masih berbentuk bagus tanpa cacat. Mencari kotoran luwak yang masih berbentuk sempurna memang gampang-gampang susah, karena jika lewat dari 24 jam, maka biji kopi tersebut akan rusak karena kontaminasi alam dan binatang.

Kepala penelitian dari Balai penelitian tanaman Pak Rubiyo mengatakan bahwa kopi luwak enzimatik akan menghasilkan kopi luwak dengan kualitas yang sama baiknya dengan kopi luwak liar. Hal ini belum bisa dibuktikan kebenaran nya, karena sampai saat ini kopi luwak enzimatik ini belum di rilis secara bebas di pasar.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jika kopi luwak enzimatik ini sukses, maka ini tidak bisa disebut sebagai KOPI LUWAK. Mungkin lebih tepat nya kita sebut sebagai “Kopi yang mirip dengan kopi luwak”. Pada hakikatnya, kopi luwak adalah kopi yang memang dihasilkan secara alami dari dalam perut luwak, jika ada tiruan nya yang di proses tanpa melalui pencernaan luwak, maka kita tidak bisa menyebutnya sebagai kopi luwak.

Kami sendiri penasaran bagaimana rasanya KOPI LUWAK ENZIMATIK ini. Namun kami memiliki keyakinan bahwa kopi ini tidak akan sebaik KOPI LUWAK ASLI. Kami menyakini bahwa sesuatu yang natural dan alami akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Leave a Reply