Ciri-ciri Luwak Yang Akan Mati di Penangkaran

Luwak Yang Akan Mati Mengeluarkan Darah Bersama Kotoran nya

Kopi Luwak, fenomena baru di dunia kopi. Kopi ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Belanda 350 tahun silam. Ketika Belanda masuk ke Indonesia, dan kemudian mereka membuat perkebunan kopi hampir diseluruh daerah Indonesia yang memang dikenal sangat subur. Kopi adalah buah yang sangat istimewa kala itu, dimana hanya bisa dinikmati oleh para bangsawan saja. Para petani kopi terpaksa mengambil biji kopi yang yang ada di kotoran luwak (musang). Biji kopi dibersihkan, dan di proses menjadi bubuk kopi siap seduh. Tak disangka ternyata kopi dari kotoran luwak ini memiliki aroma dan rasa yang istimewa. Tak lama hal ini terdengar oleh Belanda. Belanda kemudian memerintahkan para petani untuk mengumpulkan biji kopi luwak yang kemudian di proses dan dijual.

 

 

Jika kita melihat dari sejarah tersebut, Kopi luwak terkenal karena insting binatang luwak yang mampu memilih buah kopi yang telah matang dengan sempurna. Luwak ini dibiarkan hidup bebas di hutan. Mereka bebas memilih makanan apapun yang mereka sukai. Kondisi itu sekarang berubah. Kopi luwak kini telah menjadi primadona dunia. Harganya yang mahal dan permintaan yang tinggi membuat banyak para penjual kopi luwak yang menangkap hewan ini di hutan, yang kemudian ditangkarkan dan diberi makan kopi setiap hari untuk menghasilkan kopi luwak dalam kuantitas yang besar.

Seperti yang kita ketahui, kopi luwak liar memang memiliki stok yang tidak banyak. Jauh jika dibandingkan dengan kopi luwak tangkar yang mampu menghasilkan kopi luwak ratusan kilo setiap bulan nya. Namun yang menjadi masalah saat ini adalah banyaknya binatang luwak yang hidup menderita di kandang yang kotor dan mereka hidup dengan stress di kandang yang kecil. Pola makan mereka juga menjadi kacau karena terlalu banyak di beri makan kopi. Hal ini membuat banyak luwak kemudian menjadi mati. Rata-rata setiap penangkaran ada luwak yang mati sekitar 1-2 ekornya setiap minggu nya.

Ciri-ciri dari luwak yang akan mati adalah mereka mengeluarkan darah pada saat mengeluarkan kotoran nya bersama buah kopi. Hal ini cukup wajar, karena buah kopi pada dasarnya hanyalah pencuci mulut bagi luwak. Makanan utama mereka adalah daging dan buah-buahan. Jika diberi makan kopi setiap hari dengan jumlah yang besar, maka lama kelamaan pencernaan mereka akan rusak, sama hal nya dengan manusia yang diberi makan jeruk setiap hari menjadi makanan utama mereka, lama kelamaan pencernaan kita juga akan menjadi rusak.

 

Ciri-ciri luwak yang mengeluarkan darah saat akan mati ini diungkapkan langsung oleh penangkar luwak yang telah diliput oleh BBC. Anda dapat melihat video dari Youtube yang telah kami sisipkan pada artikel ini. JPW Coffee adalah salah satu perusahaan yang turut mendukung anti penangkaran luwak. Kita harus melestarikan kehidupan luwak di alam liar, dan kita harus kembali mempopulerkan KOPI LUWAK LIAR. Salah satu cara untuk mengatasi banyaknya penangkar luwak adalah TIDAK MEMBELI KOPI LUWAK TANGKAR. Jika pembeli kopi luwak tangkar menurun, maka lama kelamaan mereka akan melepaskan hewan luwak kembali ke alam liar. Dan tentunya hal ini akan kembali membuat citra kopi luwak kembali baik di mata dunia.

 

Terimakasih